Jualan aktifitas menolong orang yang di bayar

16 Juli 2020 - Kategori Blog

ESENSI JUALAN

Blog: https://faizwutoko.com/blog

Sebelum kamu melanjutkan membaca artikel ini kami sarankan kamu dengerin lagu ini, lumayankan biar enggak ngebosenin. Baca-baca sambil di fasilitasi musik jadi happy banget deh.

 

Banyak orang yang baru pertama kali menjadi pengusaha dan meniti karir sebagai penjual, mereka putus asa dan menyerah ketika di tolak mentah-mentah oleh para calon pembelinya. Padahal kalau di pikir-pikir, menjual adalah aktivitas yang sangat mulia.

“ Jualan adalah aktivitas menolong orang yang DIBAYAR…”

Agar kita tidak termasuk orang yang putus asa dan menyerah saat menjual, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu mengenai esensi jualan itu sendiri.

Apa sebenarnya esensi jualan itu?

Esensi jualan yang pertama adalah MENOLONG ORANG.

Tanpa disadari, jualan adalah proses pertukaran antara uang dan manfaat. Setiap  uang yang di keluarkan  oleh pembeli akan di tukar dengan manfaat yang di kemas dalam bentuk produk  baik berupa barang ataupun jasa. Setiap manfaat pasti memiliki kemampuan untuk memenuhi  keinginan, kebutuhan, bahkan menyelesaikan sebuah permasalahan. Bayangkan … Jika seandainya  banyak orang di luar sana  yang tertolong karena hadirnya produk kita, kita tentu senaEsensi

Esensi Jualan

Jualan itu tanpa di sadari menolong orang lain inilah dinamakan esensi jualan. FaizWu.

Jika niat kita adalah MENOLONG ORANG, kalaupun ditolak, kenapa harus gundah gulana? Masuk akal?

Mulai saat ini, ketika jualan, munculkanlah  rasa ingin menolong orang. Niatkanlah  didalam hati bahwa  penawaran yang di berikan adalah sebuah penawaran “ pertolongan “  atas keinginan, kebutuhan, atau permasalahan yang sedang ia hadapi. Harapannya, dengan hadirnya produk kita, semua hal tersebut dapat terselesaikan. Dengan begini, ketika ia membeli, kita bersyukur, dan ketika ia menolak, kita tak perlu kecewa, karena sedari awal niatan kita adalah menolong.

Esensi jualan yang kedua adalah MENEBARKAN MANFAAT.

Bisa Anda bayangkan, saat jualan, minimal kita sedang membantu mendistribusikan produk dan manfaat ke banyak orang. Lebih dari itu, ketika jualan, kita sedang mendorong berputarnya uang. Kecepatan dan volume perputaran uang di sebuah masyarakat menentukan kesejahteraan masyarakat tersebut. Indonesia adalah salah satu contohnya .

Ketika Eropa dan Amerika sedang dilanda krisis besar-besaran, Indonesia malahan menembus pendapatan perkapita hinga 3000$ per tahun. Mengapa? Karena penduduk kita suka jualan . Mulai dari pedagang kaki lima, ibu-ibu arisan, mahasiswa, hingga orang-orang di perkantoran. Proses jual beli ini yang meratakan distribusi uang. jika distribusi uang sudah merata, Indonesia akan sejahtera.

Kalau sudah begitu, hal apa saja yang membuat kita pasrah dan menyerah saat menghadapi penolakan  dan kegagalan saat menjual?
Ketika seseorang memahami ilmu namanya “REFRAMING”, maka tak ada lagi makna buruk terjadi pada dirinya, kecuali dirinya mengizinkan itu terjadi.

Misalnya :

Bangkrut ?
Cara Allah mendewasakan kita agar kembali pada-nya…

Ditipu ?
Cara Allah memberikan pelajaran pada kita untuk lebih hati-hati dan tidak mudah percaya pada orang.

Rugi ?
Cara Allah memberitahu kita untuk mengubah cara main bisnis agar lebih menguntungkan lagi.

Gagal ?
Cara Allah mengatakan “bersabarlah, aku memiliki sesuatu yang lebih baik untukmu “

Ditolak Prospek ?
Cara Allah mengingatkan kita untuk mengganti strategi jualan dan agar jadi lebih tahan banting

Ditolak Calon ?
(Isi sendiri ) ᶺ_ᶺ

Kegagalan itu Cara Allah Mengatakan “Bersabarlah” Aku Memiliki Sesuatu yang Lebih Baik Untukmu

Sumber: Igma Bisnis [dot] com

Baca Juga: https://www.faizwutoko.com/blog/cara-melunakan-daging-masakan-yang-benar/

Mengenai kelengkapan artikel ini lebih lengkapnya kamu bisa klik di head tersebut warna biru bagian atas “Jualan Adalah Aktifitas Menolong Orang Yang di Bayar”

 

 

Penulis: Faiz Wu
Faiz Wu ingin mendengar masukan Anda. Berikan ulasan di profil kami.
https://g.page/faiz-wu/review?mt

, , , , , , , , , ,